Senin, 15 Januari 2018


Hubungan Ukraina dan Rusia sebelum pecahnya USSR



Dipertengahan tahun 1920, Uni Soviet mengeluarkan mengeluarkan suatu kebijakan baru untuk peremajaan pertanian Ukraina sebagai dampak dari perang dunia. Rezim Soviet juga memperkenalkan Ukrainisasi, yaitu sebagai salah satu kebijakan yang mendukung penggunaan bahasa Ukraina dan pengembangan kebudayaan nasional Ukraina. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan simpati rakyat Ukraina. Tetapi akhir tahun 1920 pemimpin Soviet, Joseph Stalin dengan brutal mencabut kebijakan-kebijkan itu. Para petani telah diperas dan dipaksa untuk menyerahkan hasil pertanian. Akibatnya, terjadi kelaparan yang mengerikan di Ukraina pada tahun 1932 dan 1933 dimana diperkirakan 5 sampai 7 juta orang meninggal dunia.
Ukraina dan Rusia memiliki catatan sejarah yang sangat panjang. Dari segi sejarah, ukraina telah berperan sangat penting sebagai negara yang meahirkan kekaisaran Rusia pada abad ke-9 sehingga Ukraina menjadi “maskot” para Tsar Rusia, sampai pada masa keruntuhan akibat Revolusi Bolsjweik 1917. Ukraina sendiri pernah dikuasai oleh bangsa Polandia pada abad-16, sampai akhirnya Rusia datang memberi pertolongan terhadap dominasi Polandia pada tahun 1648. Ukraina sempat menikmati masa kemerdekaan dari tahun 1918 sampai 1919, lalu kembali diambil alih oleh USSR yang kemudian mendeklarisikan Republik Uni Soviet. Uni Soviet sendiri adalah manivestasi dari ekspansi dan kolonialisasi Rusia selama berabad-abad, maka Rusia dapat dianggap sebagai Saudara Tua (tyomnokrasnie), sehingga derajat pengaruh nilai-nilai Rusia menjadi dominan.

Rakyat Ukraina merasa kalau Rusia telah memperpanjang Ekspansinya ke Ukraina melalui Uni Soviet sangat besar, akibatnya budaya Ukraina mengalami kemunduran. Bahasa Rusia menjadi bahasa utama dan bahasa Ukraina menjadi terpinggirkan. Sementara bahaya nuklir “Chernobyl” pada tahun 1986 ikut membangun ketidakpuasan menyeluruh pada rakyat Ukraina terhadap Uni Soviet kekurangan dari sistem yang diterapkan Uni soviet. Akibatnya banyak bermunculan gerakan-gerakan seperti Front pergerakan yang dikenal “Rukh”, mulai menyuarakan kemerdekaan yang akhirnya dicapai pada tahun 1991.
Walaupun Ukraina telah memperoleh kemerdekaannya dari Uni Soviet pada tanggal 24 Agustus 1991, Ukraina masih berada dibawah pengaruh Rusia. Pada bulan Desember 1991 para kepala pemerintahan dari Rusia, Ukraina dan Belorussia menandatangani pakta yang secara resmi membubarkan Uni Soviet dan menyatakan berdirinya Persemakmuran negara-negara Merdeka (PNM) yang diikuti oleh semua negara bekas Uni Soviet kecuali tiga negara Baltik (Latvia, Estonia, Lithuania) dan Georgia4. Hal ini tetap menjadikan Ukraina tetap berada dalam satu keorganisasian dengan Rusia, yang secara tidak langsung dominasi Rusia terhadap Ukraina masih tetap dipertahankan. TERIMA KASIH
 

Senin, 08 Januari 2018

efek minum kencing unta

Efek Minum Kencing Unta Bagi Tubuh dan Ancaman Penyakit Mers.

Efek Minum Kencing Unta Bagi Tubuh dan Ancaman Penyakit Mers
Ilustrasi pengembala unta. FOTO/iStockphoto
Reporter: Tony Firman
06 Januari, 2018 dibaca normal 4 menit
Bagi sebagian warga yang tinggal di Jazirah Arab, meminum air kencing Unta dipercaya membawa kepada kesehatan dan menjalankan anjuran agama.
tirto.id - Dalam sebuah video yang dirilis di media sosial beberapa hari lalu, Bachtiar Nasir diperlihatkan meminum dan mempromosikan air kencing dan susu unta. Video tersebut berlatar belakang gurun pasir, dengan segerombolan unta hilir mudik.

Bagi sebagian masyarakat Muslim, minum air kencing seekor unta adalah hal yang lazim. Dilansir dari Vice, suku Badui Arab misalnya, selama berabad-abad memakai kencing unta untuk keramas dan pengobatan. Tindakan ini dilakukan sesuai pemahaman agama yang membahas konsumsi susu dan air kencing unta yang diriwayatkan dalam sebuah hadis.

Orang-orang Yaman sejak abad ke tujuh telah mengikuti anjuran ini. Beberapa orang dan kebanyakan di daerah pedesaan meminum air kencing unta untuk segala penyakit sebagai resep dokter. Beberapa salon menggunakannya sebagai obat untuk rambut rontok. Salah satunya seperti ditemui di Kota Ta’izz, Yaman. Air kencing dari unta betina perawan dianggap punya nilai tinggi. Harganya bisa mencapai 20 dolar per liter.

Kepercayaan tentang khasiat mujarab dengan menenggak air kencing unta berdasar dorongan agama ini pada akhirnya memicu berbagai perusahaan setempat untuk menghasilkan produk-produk yang mengandung air kencing unta.

Tradisi serupa juga ditemui di benua Afrika. Di Uganda tepatnya di wilayah Karamoja, penduduk setempat mengklaim bahwa mengkonsumsi air kencing unta membuat tubuh mereka tetap sehat dan dapat menyembuhkan penyakit seperti HIV-AIDS.

“Air kencing ini Anda minum tiga kali sehari. Di pagi, siang dan malam. Jika gejala terus berlanjut, Anda harus menggunakannya selama empat bulan tanpa henti dengan menggunakan resep yang sama. Anda pergilah ke dokter. Jika masih merasa sakit di bulan itu, jangan khawatir, nanti hilang sendiri,” kata Idriss Shaban, penjual air kencing unta dikutip dari Africanews.

Pemerintah Uganda sendiri masih belum melakukan tindak lanjut mengenai penyelidikan manfaay kesehatan dari kencing unta.

Meminum kencing unta juga dapat ditemui lagi di Nigeria. Tepatnya di negara bagian Borno. Selain memakan daging unta dalam jumlah banyak, orang-orang juga meminum air kencing unta yang mereka percayai sebagai obat mujarab untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit di tubuh manusia.

Pada Februari 2013 lalu, periset dari Universitas King Abdulaziz di Jeddah Arab Saudi mengklaim telah mengidentifikasi zat dalam air kencing unta yang dapat menyembuhkan kanker. Namun, penelitian tahap awal masih menunggu persetujuan dari Otoritas Makanan dan Obat-obatan Saudi sebelum studi lebih lanjut dapat dilakukan.

Baca juga: Virus-virus yang Menghantui Dunia  

Namun seperti dilaporkan Vice, mereka tidak pernah diberi izin dari Otoritas Obat dan Makanan Saudi untuk melakukan studi lebih lanjut kepada para pengkonsumsi kencing unta. Ada banyak ilmuwan dan dokter di wilayah tersebut yang secara terbuka mengecam praktik menghirup kencing unta.

Dosen dari Universitas Sana’a di ibukota Yaman telah mengingatkan orang-orang bahwa air kencing unta buruk bagi sistem pencernaan. Dr. Rida Al-Wakil, seorang profesor di sebuah sekolah kedokteran di Mesir, mengatakan kepada surat kabar Alrai di Kuwait bahwa iklan air kencing unta untuk penyakit hepatitis adalah menyesatkan dan berpotensi berbahaya.

Saat wabah Middle East Respiratory Syndrome (Mers) mencuat pada tahun 2012 lalu di Arab Saudi, hewan unta mendapat sorotan tajam sebagai penyebab utama penularan penyakit mematikan ini.

Baca juga: Ancaman Mematikan dari Wabah Kolera  

European Centre for Disease Prevention and Control menjelaskan, Mers yang berasal dari jenis virus korona didentifikasikan pertama kali muncul di Arab Saudi pada bulan September 2012. Virus korona atau koronavirus sendiri adalah sebuah virus dari keluarga koronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit tidak hanya pada mamalia dan burung saja, tetapi dapat menjangkiti tubuh manusia. Sakit flu biasa hingga Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) juga berasal dari keluarga besar virus korona.

Terdapat bukti bahwa unta dromedaris (unta Arab) adalah spesies yang mungkin memainkan peran penting dalam transmisi wabah Mers ke manusia baik secara langsung maupun tak langsung. Seroprevalensi (tingkat populasi patogen) antibodi Mers sangat tinggi ditemukan pada unta dromaderis baik yang ada di Jazirah Arab dan di Afrika Timur.

Dalam perkembangan studi mengenai penyakit Mers yang menyerang pernafasan dan dapat menggagalkan fungsi organ lalu berujung kematian ini, ada hubungan genetik yang erat antara virus korona pada Mers dengan yang ada pada kelelawar. Namun, kontak langsung antara manusia dengan kelelawar terbatas, sehingga spesies perantara sering mengambil alih peran dalam menularkannya kepada manusia.

Sebagaimana ditulis BBC, sejak 2012 sampai Februari 2015 tercatat setidaknya terjadi 1.026 infeksi dan 376 kematian. Laporan pasien yang terinfeksi Mers dan korban jiwa terus bertambah dan penyebarannya meluas ke berbagai negara. Tujuh orang di Korea Selatan pada Juni 2015 lalu dilaporkan meninggal dunia akibat Mers, dan ada 2.500 orang pasien harus berada dalam karantina.

Efek Minum Kencing Unta Bagi Tubuh dan Ancaman Penyakit Mers

Seruan Menghindari Susu dan Kencing Unta

Wabah ini menyebabkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan untuk tidak meminum air kencing unta sebagai upaya untuk membatasi tingkat penyebaran Mers. Termasuk menghindari minum susu unta mentah atau makan daging unta yang belum dimasak dengan benar.

Peringatan yang dikeluarkan oleh WHO pada pertengahan 2015 silam ini juga berkaitan dengan seorang pria di Oman berusia 75 tahun yang positif terjangkit Mers pada 29 Mei 2015. Ia diketahui sering melakukan kontak dengan unta dan anak lembu miliknya.

Baca juga: Harapan Baru Kesembuhan Bagi Pasien Hepatitis  

Rilis WHO juga mengatakan bahwa mereka yang terjangkit diabetes, gagal ginjal dan penyakit paru-paru kronis dianggap punya risiko tinggi terjangkit Mers. Lebih lanjut WHO juga menginstruksikan untuk menjaga kebersihan seperti menghindari kontak jarak dekat dengan hewan terutama unta dan senantiasa mencuci tangan setelah berhubungan dengan hewan.

Sejak 2012, Mers dilaporkan terjadi di 27 negara seperti Aljazair, Austria, Bahrain, China, Mesir, Prancis, Jerman, Yunani, Iran, Italia, Yordania, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Belanda, Oman, Filipina, Qatar, Korea, Arab Saudi, Thailand, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Yaman.

Di Indonesia sendiri, pada Oktober 2017 dilaporkan sebanyak tujuh warga Kudus mengalami gejala menyerupai Middle East Respiratory Syndrome (MERS) setelah pulang dari ibadah haji. Gejala yang dialami para warga adalah panas tinggi, batuk-batuk dan sesak nafas.

Seperti dilansir dari Antara, selain warga Kudus, dilaporkan ada seorang pasien dari Kabupaten Blora dengan keluhan kesehatan yang sama setelah pulang dari ibadah haji. Mereka kemudian dirujuk ke RSUD Loekmono Hadi Kudus dan RSUP dr Kariadi Semarang.

Pada Agustus 2017, Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Eka Jusuf Singka juga mengingatkan pada jamaah haji agar tidak berfoto ria atau berdekatan dengan unta karena punya potensi sebagai medium penularan virus Mers.

"Jamaah juga diharuskan mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah berada di WC umum atau toilet umum. Jangan menggosok-gosokkan tangan ke mata atau hidung jika tangan belum dicuci dengan sabun," tutur Eka.

Praktik meminum air kencing hewan dengan motif agama sebenarnya mirip dengan apa yang ditemui di India. Banyak orang India percaya bahwa produk dari sapi termasuk air kencing bila dikonsumsi memiliki khasiat kesehatan menyembuhkan penyakit.

Baca juga: Ketika Sapi Lebih Aman Ketimbang Perempuan di India  

Air kencing sapi kemudian diproduksi dan berjalan menjadi sektor bisnis tersendiri. Berbagai produk turunan dari kencing sapi dijajakan, salah satunya berupa berbagai macam obat tradisional yang mengandung kencing sapi.

Seiring dengan berkembangnya dunia medis dan kemajuan zaman, hal ini mendorong pemerintah India untuk melakukan penelitian guna menyelidiki efek air kencing sapi terhadap kesehatan. Bertempat di Institut Teknologi India Delhi, panitia yang sudah dibentuk ini mendapatkan pendanaan dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

"Ini bagian dari budaya kita, (tapi) hanya karena itu bagian dari budaya kita bukan berarti kita bisa mengkonsumsinya secara membabi buta," kata Dr. Kavya Dashora selaku koordinator komite seperti dilansir dari CNN.

Salah satu proposal pertamanya adalah menyelidiki efek kencing sapi terhadap penyakit mulai dari kanker hingga demam berdarah.

Jangan Salahkan Hujan Kalau Terkena Batuk-Pilek.

Jangan Salahkan Hujan Kalau Terkena Batuk-Pilek
Ilustrasi influenza. Getty Images/iStockphoto
Reporter: Reggie Suwandy
08 Januari, 2018 dibaca normal 2 menit
Influenza datang karena hal-hal kecil yang luput kita lakukan.
tirto.id - “Melemah dan melemah.. Hujan, hujan jangan marah,” begitu penggalan lirik yang diciptakan oleh Adrian Yunan,  Efek Rumah Kaca.

Masyarakat umumnya berpendapat bahwa musim penghujan adalah penyebab batuk pilek. Hujan datang, entah gerimis maupun deras, maka influenza atau infeksi saluran pernafasan atas pun menerpa. Begitu hubungan sebab-akibat yang dibayangkan.

Namun apakah benar pengaruh hujan pada tubuh kita seburuk itu? Bagaimana dengan atlet seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, yang bermain selama 90 menit di bawah hujan deras, dan keesokan harinya atau beberapa hari kemudian kembali menjalani latihan seperti biasa? Apakah mereka tidak terkena flu semata karena mereka atlet?

Namun, bukan. Hujan memang bukan hal yang mendatangkan virus influenza. Berdasarkan studi epidemiologi yang dilakukan oleh National Institutes of Health’s Fogarty International Center, ada dua tipe influenza yang dipengaruhi musim, yaitu dingin-kering dan lembab-hujan.

Menurut penelitian tersebut kelembaban yang rendah pada musim dingin, membuat daya tahan virus untuk bertahan lebih kuat. Ia juga lebih mudah menular dari satu orang ke lainnya, melalui udara. Kurangnya paparan sinar matahari juga berpengaruh terhadap penurunan daya tahan tubuh.

Sementara itu, berdasarkan hasil penelitian tersebut dan beberapa penelitian lainnya, daerah tropis seperti Indonesia maupun subtropis, memiliki keragaman pola. Pada beberapa daerah, jumlah penderita influenza meningkat di musim hujan saja, tapi di beberapa daerah, kemunculan influenza konsisten sepanjang tahun.

Berdasarkan data di Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat (2016), kunjungan pasien dengan gejala batuk, pilek atau infeksi saluran pernafasan atas (yang paling umum disebabkan virus influenza) merupakan diagnosis yang terjadi konsisten sepanjang tahun.

Jadi, apa faktor yang berpengaruh pada penularan virus influenza? Ada beberapa cara yang kerap tidak disadari oleh masyarakat umum. Cara menutup hidung ketika bersin dan mulut ketika batuk, bisa menjadi sumber penularan. Ketika bersin atau batuk, penderita influenza kerap menutup dengan telapak tangan—dan setelahnya tidak mencuci tangan—virus Influenza dapat berpindah dari benda-benda yang disentuh seperti railing tangga, keyboard, mouse, atau ketika si penderita salaman dengan orang lain.

Lalu, bagaimana cara menutup hidung ketika bersin dan batuk yang baik? Anda bisa mencontoh pemain bola Paul Pogba. Ia mempopulerkan cara yang sangat baik bagaimana bersin atau batuk sebaiknya ditutup, yakni dengan dabbing: ia menutup mulutnya saat bersin atau batuk dengan bagian dalam siku. Dengan begitu, risiko penularan menjadi lebih rendah, karena sentuhan di daerah tersebut pun relatif jarang.

Perempuan Harus Lebih Waspada Infeksi Saluran Kemih

Perempuan Harus Lebih Waspada Infeksi Saluran Kemih
Ilustrasi infeksi saluran kemih. Getty Images/iStockphoto
Reporter: Aditya Widya Putri
09 Januari, 2018 dibaca normal 2:30 menit
Satu dari lima perempuan berisiko kena ISK.
tirto.id - Pernah merasa ayang-ayangan yang membikin Anda sering kencing tetapi air seni yang keluar hanya sedikit. Terkadang disertai nyeri. Gejala-gejala itu adalah tanda Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Sesuai namanya, seperti ditulis WebMD, ISK adalah infeksi bakteri yang menyerang daerah saluran kemih. Penyakit ini cenderung menyerang perempuan, setidaknya setiap perempuan akan mengalami ISK 1-2 kali pada fase hidupnya. Kecenderungan ini disebabkan perempuan memiliki uretra lebih pendek dibanding laki-laki, sehingga akses perpindahan bakteri ke kandung kemih menjadi lebih cepat.

Lazimnya, ISK disebabkan oleh bakteri E. Coli yang berpindah dari anus ke vagina. Kemungkinan besar terjadi karena gerakan membasuh vagina dari arah belakang (anus) ke arah depan. Gejala paling sederhana ketika seseorang terkena ISK adalah reaksi ayang-ayangan dan rasa terbakar saat buang air kecil. Reaksi ini, menurut dr. Irfan Wahyudi, SpU, spesialis urologis kepada wartawan Tirto, paling banyak dialami perempuan muda.

Gejalanya bisa menjadi parah ketika timbul nyeri di punggung atau perut bagian bawah. Gejala yang dapat dilihat secara kasat mata adalah air seni berwarna keruh, gelap, berdarah, atau berbau aneh. Penderita ISK juga cepat merasa lelah, demam, hingga menggigil. Gejala terakhir menandakan infeksi bakteri telah menyebar hingga ke ginjal.

Dalam publikasi The American Journal of Medicine tahun 2002, Betsy Foxman menginformasikan ISK membuat beban kerugian negara sebanyak $1,6 miliar per tahun. Pada 1997, ISK membikin 100 ribu orang di Amerika Serikat harus dirawat inap, 1 juta orang masuk UGD, dan 7 juta orang menjalani pengobatan rawat jalan.

Baca juga:
Menurut Foxman, terdapat peluang satu dari tiga perempuan mengalami ISK. Jumlah ini mungkin saja menurun, karena menurut versi WebMD, kemungkinannya lebih kecil: satu dari lima perempuan. Populasi paling riskan terkena ISK adalah bayi, wanita hamil, orang tua, pasien dengan cedera tulang belakang atau pemakaian kateter, diabetes atau multiple sclerosis, penyakit imunodefisiensi, dan kelainan urologis.

Pemakaian kateter paling banyak berkorelasi dengan ISK. Ada lebih dari satu juta kasus pemasangan kateter di rumah sakit atau rumah yang mengakibatkan infeksi bakteri pada kandung kemih. Prevalensinya sekitar 25 persen dari seluruh penyebab ISK.

“Selain itu, bakteri yang terdapat di air atau toilet juga bisa menyebarkan ISK,” papar dr. Irfan.

Untuk mencegah terjangkit ISK, jangan pernah menahan buang air kecil (BAK) dan minumlah banyak air. Saat tubuh kekurangan minum, ginjal akan kehilangan cairan sehingga urine menjadi lebih pekat. Kondisi ini memancing penyerangan bakteri ke arah kandung kemih dan ginjal.

Penting juga untuk membersihkan area genital sebelum dan sesudah berhubungan seks, sebab bakteri bisa ditularkan melalui aktivitas seksual. Cara membersihkan area genital juga tak boleh sembarang: gerakannya harus dari arah depan ke belakang (anus). Gerak sebaliknya bisa menyebabkan bakteri E. Coli dari anus berpindah ke vagina.

Jika Anda menggunakan alat-alat kontrasepsi tertentu seperti diafragma, spermisida, atau kondom yang tidak dilumasi, beralihlah ke kontrasepsi lain. Diafragma meningkatkan pertumbuhan bakteri, sementara kondom dan spermisida menyebabkan iritasi. Terakhir, jangan memakai produk kewanitaan beraroma dan jaga daerah genital selalu kering dengan mengenakan pakaian dalam longgar berbahan katun.

Pengobatan ISK

Lazimnya, dokter akan memberikan perawatan khusus kepada individu yang terjangkit ISK lebih dari tiga kali dalam setahun. Mereka akan memberikan antibiotik baik berbentuk suntik atau oral untuk mencegah infeksi berulang.

“Jika bakteri naik hingga ke dalam darah, kita biasa beri antibiotik suntik supaya lebih kuat reaksinya,” lanjut dr. Irfan.

Lalu, dokter juga akan memberikan terapi berkaitan dengan penyebab ISK. Misal, menghancurkan sumbatan atau batu di kandung kemih, atau memberi terapi pada penyempitan saluran kemih dan prostat. Namun, pada 2010, studi yang dipresentasikan oleh Worcester Polytechnic Institute di Massachusetts menemukan cara lain yang lebih alami.

Para ilmuwan melaporkan minum jus cranberry bisa mencegah perkembangan bakteri menjadi ISK. Reaksinya sekitar delapan jam setelah minum jus. Diduga, senyawa aktif dalam jus cranberry tak bisa hancur oleh sistem pencernaan. Metabolit cranberry ini justru bekerja melawan bakteri, termasuk E. Coli, dengan cara mencegahnya menempel pada bakteri lain, membatasi kemampuan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak.

Namun sayangnya, cranberry tidak memiliki efek yang sama pada setiap orang. Meski American College of Obstetrics and Gynecology mengatakan jus cranberry memperkecil risiko ISK, belum jelas jumlah takaran yang harus diminum setiap harinya. Apalagi, rasa asamnya membuat beberapa orang berisiko mengkonsumsi buah ini.

Baca juga: Kandungan oksalat (asam) tinggi bisa meningkatkan risiko batu ginjal karena membuat urine bersifat asam. Kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya asam urat. Jika konsentrasi asam urat sudah tinggi, terbentuklah batu dari kristal asam urat tersebut. Individu yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah juga tak dapat meminum jus cranberry karena bisa menyebabkan pendarahan.

Maka, jalan terbaik untuk menghindari ISK yang sudah jelas adalah menjaga kebersihan area genital: basuh vagina dengan arah dari depan ke belakang, selalu berupaya resik saat berhubungan seksual, serta menjaga toilet tetap kering dan bersih.


terima kasih telah membaca artikel saya...

Minggu, 03 Desember 2017

Paru paru Basah



PARU PARU BASAH.


Paru-paru basah atau pneumonia disebabkan beberapa hal,
di antaranya: infectious pneumonia (akibat infeksi viral, bakteri ato
fungal), aspiration pneumonia (organ pernapasan kebanyakan terisi air
seperti dalam kasus tenggelam), allergic pneumonia (karena reaksi
alergi), dan chemical pneumonia (akibat menghirup gas kimia tertentu
seperti chlorine). Pneumonia karena infeksi biasanya ada gejala
demam.
secara umum adanya gangguan pernapasan, napas jadi pendek dan cepat,
batuk-batuk, rasa sakit di dada (apalagi saat batuk atau mengambil
napas panjang). Parahnya tubuh bisa membiru (cyanosis), sakit kepala,
atau gangguan lain karena pasokan oksigen berkurang. 30 Sumber
Infeksi. Dalam dunia kedokteran, tidak dikenal istilah paru-paru
basah
yang ada pneumonia, yaitu infeksi yang menyebabkan paru-paru
meradang.
Kantong-kantong udara dalam paru (alveoli) dipenuhi nanah dan cairan,
sehingga kemampuan menyerap oksigen berkurang. Dr. Prajna Paramita,
MD, FCCP, menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh sekitar 30
macam sumber infeksi. Namun, penyebab utamanya adalah bakteri, virus,
mikroplasma, jamur, berbagai senyawa kimia, dan partikel.

              Meski kasus pneumonia akibat bakteri tidak terlalu
banyak, jenis ini cenderung menimbulkan infeksi lebih berat daripada
yang disebabkan oleh nonbakteri. Virus sinsitial pernapasan
(respiratory syncitial virus atau RSV), painfluenzae, influenzae, dan
adenovirus merupakan yang paling sering menyebabkan pneumonia.
Umumnya
infeksi virus saluran pernapasan bawah berlangsung selama musim
dingin
atau hujan. Dan RSV yang paling umum menjadi penyebab pneumonia,
terutama pada bayi.

              Pneumonia muncul karena kuman penyakit terhirup hidung
dan mulut. Bila lingkungan di sekitar ada orang atau anak yang
terinfeksi, risiko tertular sangat besar, apalagi bila daya tahan
tubuh sedang tidak baik. "Pneumonia termasuk penyakit yang serius dan
berbahaya," ujar spesialis paru dari RSPAD Gatot Subroto yang akrab
disapa Dr. Mita ini.Gara-gara nanah dan cairan memenuhi paru-paru,
oksigen di sel-sel tubuh pun berkurang dan tidak bisa bekerja.
Akibatnya, selain penyebaran infeksi ke seluruh tubuh, penderita bisa
meninggal. Pneumonia ditandai oleh batuk disertai sulit bernapas,
napas sesak, atau terjadi penarikan dinding dada sebelah bawah ke
dalam (severe chest indrawing). Gejala sulit bernapas bisa juga
disertai gejala sianosis (kebiruan di bagian kulit dan mukosa karena
hemoglobin berkurang dalam darah kapiler) sentral dan tidak dapat
minum.

              Pada anak usia di bawah 2 bulan, pneumonia berat
ditandai kerapnya frekuensi bernapas. Bisa 60 kali per menit atau
lebih tarikan napas, dengan penarikan kuat pada dinding dada sebelah
bawah ke dalam. Gejala lain adalah radang tenggorokan (laringitis).
Akibatnya suara berubah serak karena di sekitar pita suara banyak
terdapat lendir. Lewat pemeriksaan rontgen dada, bisa diketahui ada
masalah di paru-paru. Tanda klinis yang bisa ditemui biasanya flek
pada paru-paru. Namun, tanda klinis ini tidak mencukupi sebab
tuberkulosis pun ditandai oleh flek ini. Karena itu, pemeriksaan
penunjang seperti pemeriksaan darah, dahak, serta gejala sangat
penting untuk menentukan flek ini pertanda TBC atau pneumonia.

Pneumonia Bakteri
             Jenis ini bisa menyerang bayi sampai usia lanjut.
Pecandu
alkohol, pasien pasca operasi, penderita penyakit pernapasan, sedang
terinfeksi virus atau kekebalan tubuh menurun, rentan terkena
penyakit
ini.Bakteri penyebab pneumonia yang paling umum adalah Streptococcus
pneumoniae, dan sudah ada di kerongkongan manusia sehat. Saat

Minggu, 19 November 2017

artikel peternakan

artikel peternakan.


1. SEJARAH SINGKAT
Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.
2. SENTRA PETERNAKAN
Ayam telah dikembangkan sangat pesat disetiap negara. Di Indonesia usaha ternak ayam pedaging juga sudah dijumpai hampir disetiap propinsi
3. J E N I S
Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar dipasaran, peternak tidak perlu risau dalam menentukan pilihannya. Sebab semua jenis strain yang telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama. Artinya seandainya terdapat perbedaan, perbedaannya tidak menyolok atau sangat kecil sekali. Dalam menentukan pilihan strain apa yang akan dipelihara, peternak dapat meminta daftar produktifitas atau prestasi bibit yang dijual di Poultry Shoup. Adapun jenis strain ayam ras pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah: Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.
4. MANFAAT
Manfaat beternak ayam ras pedaging antara lain, meliputi: 1) penyediaan kebutuhan protein hewani 2) pengisi waktu luang dimasa pensiun 3) pendidikan dan latihan (diklat) keterampilan dikalangan remaja 4) tabungan di hari tua 5) mencukupi kebutuhan keluarga (profit motif)
5. PERSYARATAN LOKASI
1) Lokasi yang cukup jauh dari keramaian/perumahan penduduk.
2) Lokasi mudah terjangkau dari pusat-pusat pemasaran.
3) Lokasi terpilih bersifat menetap, artinya tidak mudah terganggu oleh keperluan-keperluan lain selain untuk usaha peternakan.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Perkandangan
Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi: persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C, kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam, untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang bateray. Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama.
2. Peralatan
a. Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.
b. Indukan atau brooder
Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.
c. Tempat bertengger (bila perlu)
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
d. Tempat makan, minum dan tempat grit
Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus
e. Alat-alat rutin
Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.
6.2. Pembibitan
Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a) ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya
b) pertumbuhan dan perkembangannya normal
c) ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
d) tidak ada lekatan tinja di duburnya.
1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken)/ayam umur sehari:
a. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
c. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
e. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
f. Tidak ada letakan tinja diduburnya.
2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah yang bersangkutan.
6.3. Pemeliharaan
1. Pemberian Pakan dan Minuman
Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).
a. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
i. kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
ii.kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.
b. Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
i.  kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%,serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
ii. kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor, minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor, minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.
2. Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
a. Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
b. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
3. Pemeliharaan Kandang
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.
7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Penyakit
1. Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.
2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.
7.2. Hama
1. Tungau (kutuan)
Gejala: ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-ngibaskan bulu karena gatal, nafsu makan turun, pucat dan kurus. Pengendalian: (1) sanitasi lingkungan kandang ayam yang baik; pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat; (2) dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi atau pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau Black leaf 40.
8. P A N E N
8.1. Hasil Utama
Untuk usaha ternak ayam pedaging, hasil utamanya adalah berupa daging ayam
8.2. Hasil Tambahan
Usaha ternak ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran kandang dan bulu ayam.
9. PASCA PANEN
9.1. Stoving
Penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempatkan di kandang penampungan (Houlding Ground)
9.2. Pemotongan
Pemotongan ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal ini agar kualitas daging bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.
9.3. Pengulitan atau Pencabutan Bulu
Caranya ayam yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas (51,7- 54,4 derajat C). Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu yang halus dicabut dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar dengan nyala api biru.
9.4. Pengeluaran Jeroan
Bagian bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan ampela) dikeluarkan. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada daging siap dimasak dalam kemasan terpisah.
9.5. Pemotongan Karkas
Kaki dan leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai. Setelah semua jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih, kaki ayam/paha ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan dan dikemas.
BETERNAK SAPI POTONG
Usaha peternakan sapi potong di Indonesia   telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan bebrapa hal yang menyangkut Manajemen
pemeliharaan ternak sapi potong, antara lain :

1. Seleksi Bibit
a. Pejantan : Seleksi menyangkut kesehatan fisik, kualitas semen dan kapasitas servis.
b. Betina : Seleksi menyangkut kondisi fisik dan kesehatan, kemiringan vulva tidak terlalu keatas, mempunyai puting 4 buah, bentuk ambing relatif besar dengan bentuk yang simetris.

2. Pakan
Pakan untuk ternak sapi potong dapat berupa Hijauan (rumput, kacang-kacangan dan limbah pertanian), konsentrat (dedak padi, onggok, ampas tahu) dan makanan tambahan (vitamin, mineral dan urea.).
Secara umum jumlah makanan yang diberikan untuk seekor sapi setiap hari adalah sebagai berikut :
  • Hijauan : 35 – 47 Kg, atau bervariasi menurut berat dan besar badan.
  • Konsentrat : 2 – 5 kg
  • Pakan tambahan : 30 – 50 gr.

3. Kandang
a. Syarat Kandang
  • Bahan kandang dari kayu/ bambu serta kuat
  • Letak kandang terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh
  • Lantai dari semen/tanah yang dipadatkan, dan harus dibuat lebih tinggi dari tanah sekitarnya.
  • Ventilasi udara dalam kandang harus baik.
  • Drainase di dalam dan luar kandang harus baik.
b. Ukuran kandang
  • Sapi betina dewasa 1,5 X 2 m/ekor
  • Sapi jantan dewasa 1,8 X 2 m/ekor
  • Anak sapi 1,5 X 2 m/ekorS

4. Sistem Perkawinan
a. Hand Mating
Kawin alam yang teratur dimana sapi betina birahi dibawa ke tempat pejantan untuk dikawinkan atau di IB.
b. Pasture Mating
Jantan dan betina kawin alam di padang pengembalaan
c. Mengetahui Tanda Birahi
tanda-tanda birahi yaitu ; selalu gelisah, mencoba menaiki sapi lain, vulva membesar dan kemerahan serta keluar cairan lendir, nafsu makan menurun.
d. Mengetahui Tanda-tanda
Melahirkan Tanda melahirkan seperti urat daging sekitar vulva mengendor, dikiri kanan pangkal ekorkelihatan legok, ambing membesar dan tampak tegang, sapi gelisah dll.

5. Kesehatan Hewan
Tindak pencegahan :
a. Hindari kontak dengan ternak sakit
b. Kandang selalu bersih
c. Isolasi sapi yang di duga kena penyakit agar tidak menular ke sapi yang lain
d. Mengadakan tes kesehatan, khususnya penyakit Brucellosis dan Tuberculosis.
e. Desinfektan kandang dan peralatan
f. Vaksinasi teratur. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang sapi seperti : Antrax, Ngorok, Keluron dan lainlain. Untuk mencegah penyakit dapat dilakukan vaksinasi secara teratur dan pemberian obat sesuai jenis penyakit yang menyerang.

6. Tatalaksana Pemeliharaan
Tatalaksana pemeliharaan dapat dibagi 3 sesuai tujuan pemeliharaan :
a. Tujuan untuk menghasilkan anak. Induk dan anak dipelihara bersama sampai anak disapih umur 6 – 8 bulan dan kemudian anak dijual.
b. Tujuan untuk menambah dan memperbaiki kualitas daging. penggemukan dapat dilakukan di kandang
atau padang rumput. Lama penggemukan tergantung umur sapi. Bila umur 1 – 2 tahun dibutuhkan waktu 6 bulan. Bila umur sapi dewasa 2 – 3 tahun dibutuhkan waktu 4 bulan.
c. Tujuan untuk bibit. Dipelihara sapi-sapi jantan dan betina dari jenis unggul.

7. Pemasaran
Pemasaran hasil ternak dapat dikoordinasikan dengan kelompok tani atau koperasi, dengan demikian biaya dapat ditanggung besama-sama. Produk dapat dipasarkan berupa daging atau ternak hidup, dan sebaiknya memilih standar harga per kg berat hidup
BETERNAK  SAPI PERAH
Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang penting sebagai sumber protein hewani, selain kambing, domba dan ayam. Sapi menghasilkan sekitar 50% (45-55%) kebutuhan daging di dunia, 95% kebutuhan susu dan 85% kebutuhan kulit (Menteri Negara Riset dan Teknologi, 2005). Sapi berasal dari famili Bovidae, seperti halnya bison, banteng, kerbau (Bubalus), kerbau Afrika (Syncherus), dan anoa. Pemeliharaan sapi secara intensif mulai dilakukan sekitar 400 tahun SM. Sapi diperkirakan berasal dari Asia Tengah, kemudian menyebar ke Eropa, Afrika dan seluruh wilayah Asia. Menjelang akhir abad ke-19, sapi Ongole dari India dimasukkan ke pulau Sumba dan sejak saat itu pulau tersebut dijadikan tempat pembiakan sapi Ongole murni. Pada tahun 1957 telah dilakukan perbaikan mutu genetik sapi Madura dengan jalan menyilangkannya dengan sapi Red Deen. Persilangan lain yaitu antara sapi lokal (peranakan Ongole) dengan sapi perah Frisian Holstein di Grati guna diperoleh sapi perah jenis baru yang sesuai dengan iklim dan kondisi di Indonesia (Menteri Negara Riset dan Teknologi, 2005).
Secara garis besar, bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua, yaitu (1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta (2) kelompok dari Bos primigenius, yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus. Di Indonesia, manajemen pemeliharaan biasanya terbagi atas pemeliharaan sapi perah dan sapi potong. Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorhorn (dari Inggris), Friesian Holstein (dari Belanda), Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis), Brown Swiss (dari Switzerland), Red Danish (dari Denmark) dan Droughtmaster (dari Australia). Hasil survei menunjukkan bahwa jenis sapi perah yang paling cocok dan menguntungkan untuk dibudidayakan di Indonesia adalah Frisien Holstein.
Pengembangan usaha peternakan sapi perah di Indonesia (on farm) beserta industri pengolahannya (off farm) mengalami kemajuan pesat pada tahun 1980 sampai dengan 1990 namun pada tahun 1990 sampai dengan 1999 produksi susu segar relatif tetap. Jumlah susu segar yang diproduksi pertahunnya mencapai kurang lebih 330.000 ton. Produksi tersebut terbagi atas 49% berasal dari Jawa Timur, 36% dari Jawa Barat dan sisanya 15% dari Jawa Tengah. (1999). Dari segi perkembangan populasi sapi perah pada tahun 1970 sekitar 3000 ekor menjadi 193.000 ekor pada tahun 1985, dan menjadi 369.000 ekor pada tahun 1991. Kenaikan ini terjadi karena adanya impor sapi perah asal Australia dan New Zealand ( Achjadi, 2001). Pada tahun 1999 industri persusuan nasional hanya memproduksi ± 20% terhadap total kebutuhan industri pengolahan, sehingga sisanya masih sangat bergantung kepada bahan baku impor. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlangsung lama tanpa adanya upaya perbaikan pengelolaan sapi perah. Untuk memperbaiki keadaan ini dibutuhkan usaha yang keras dari segala komponen yang terkait, mulai dari peternak sampai dengan pemerintah.
Sistem peternakan sapi perah yang ada di Indonesia masih merupakan jenis peternakan rakyat yang hanya berskala kecil dan masih merujuk pada sistem pemeliharaan yang konvensional. Banyak permasalahan yang timbul seperti permasalahan pakan, reproduksi dan kasus klinik. Agar permasalahan tersebut dapat ditangani dengan baik, diperlukan adanya perubahan pendekatan dari pengobatan menjadi bentuk pencegahan dan dari pelayanan individu menjadi bentuk pelayanan kelompok. Keberhasilan usaha peternakan sapi perah sangat tergantung dari keterpaduan langkah terutama di bidang pembibitan (Breeding), pakan, (feeding), dan tata laksana (management). Ketiga bidang tersebut kelihatannya belum dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan peternak serta masih melekatnya budaya pola berfikir jangka pendek tanpa memperhatikan kelangsungan usaha sapi perah jangka panjang. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman peternak tentang manajemen sapi perah yang baik sehingga akan berdampak pada peningkatan produksi dan ekonomi.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pola pemeliharaan sapi potong harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Penyiapan sarana dan peralatan tertutama perkandangan
2. Pembibitan dan pemeliharaan bakalan/bibit
3. Kesehatan dan sanitasi
4. Manajemen pemberian makan
5. administrasi serta perhitungan ekonomi
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjaga agar ternak nyaman sehingga dapat mencapai produksi yang optimal, yaitu :
– Persyaratan secara umum :
a. Ada sumber air atau sumur
b. Ada gudang makanan atau rumput atau hijauan
c. Jauh dari daerah hunian masyarakat
d. Terdapat lahan untuk bangunan dengan luas yang memadai dan berventilasi
– Persyaratan secara khusus :
a. Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m atau 2,5 x 2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5 x 1 m per ekor, dengan tinggi atas ± 2-2,5 m dari tanah.
b. Ukuran bak pakan : panjang x lebar = bersih 60 x 50 cm
c. Ukuran bak minum : panjang x lebar = bersih 40 x 50 cm
d. Tinggi bak pakan dan minum bagian dalam 40 cm (tidak melebihi tinggi persendian siku sapi) dan bagian luar 80 cm
e. Tinggi penghalang kepala sapi 100 cm dari lantai kandang
f. Lantai jangan terlalu licin dan terlalu kasar serta dibuat miring (bedakan ± 3 cm). Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.
g. Selokan bagian dalam kandang untuk pembuangan kotoran, air kencing dan air bekas mandi sapi : Lebar (L) x Dalam selokan (D) = 35 x 15 cm
h. Selokan bagian luar kandang untuk pembuangan bekas air cucian bak pakan dan minum : L x D = 10 x 15 cm
i. Tinggi tiang kandang sekurang-kurangnya 200 cm dari lantai kandang
j. Atap kandang dibuat dari genteng
k. Letak kandang diusahakan lebih rendah dari sumber air dan lebih tinggi dari lokasi tanaman rumput. (Hasanudin, 1988). Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m). Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%.
Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan, seperti creolin, lysol, dan bahan-bahan lainnya.
2. Pembibitan dan pemeliharaan bakalan/bibit
Sapi perah yang cocok dipelihara di Indonesia adalah sapi Shorthorn (dari Inggris), Friesian Holstein (dari Belanda) dan Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis). Agar dapat memperoleh bibit sapi perah yang baik diperlukan adanya seleksi baik berdasarkan silsilah, bentuk luar atau antomis maupun berdasarkan jumlah produksi. Ciri-ciri sapi perah betina yang baik:
1. Kepala panjang , sempit, halus, sedikit kurus dan tidak banyak berotot
2. Leher panjang dan lebarnya sedang, besarnya gelambir sedadang dan lipatan-lipatan kulit leher halus
3. Pinggang pendek dan lebar
4. Gumba, punggung dan pinggang merupakan garis lurus yang panjang
5. Kaki kuat, tidak pincang dan jarak antara paha lebar
6. Badan berbentuk segitiga, tidak terlalu gemuk dan tulang-tulang agak menonjol (BCS umumnya 2)
7. Dada lebar dan tulang -tulang rusuk panjang serta luas
8. Ambing besar, luas, memanjang kedepan kearah perut dan melebar sampai diantara paha. Kondisi ambing lunak, elastis dan diantara keempat kuartir terdapat jeda yang cukup lebar. Dan saat sehabis diperah ambing akan terlimpat dan kempis, sedangkam sebelum diperah gembung dan besar.
9. Produksi susu tinggi,
10. Umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak,
11. Berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi,
12. Tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan
13. Tiap tahun beranak.
3. Kesehatan
Gangguan dan penyakit dapat mengenai ternak sehingga untuk membatasi kerugian ekonomi diperlukan control untuk menjaga kesehatan sapi menjadi sangat penting. Manjememen kesehatan yang baik sangat mempengaruhi kesehatan sapi perah. Gangguan kesehatan pada sapi perah terutama berupa gangguan klinis dan reproduksi. Gangguan reproduksi dapat berupa hipofungsi, retensi plasenta,kawin berulang, endometritis dan mastitis baik kilnis dan subklinis. Sedangkan gangguan klinis yang sering terjadi adalah gangguan metabolisme (ketosis, bloot, milk fever dan hipocalcemia), panaritium, enteritis, displasia abomasum dan pneumonia. Adanya gangguan penyakit pada sapi perah yang disertai dengan penurunan produksi dapat menyebabkan sapi dikeluarkan dari kandang atau culling. Culling pada suatu peternakan tidak boleh lebih dari 25, 3%. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk pemeliharaan sapi dengan melihat body condition scoring, nilai BCS yang ideal adalah 3,5 (skala 1-5). Jika BCS lebih dari 4 dapat menyebabkan gangguan setelah melahirkan seperti mastitis, retensi plasenta, distokia, ketosis dan panaritium. Sedangkan kondisi tubuh yang kurus menyebabkan produksi susumenurun dengan kadar lemak yang rendah. Selain itu faktor-faktor yang perlu diperhatikan didalam kesehatan sapi perah adalah lingkungan yang baik, pemerahan yang rutin dan peralatan pemerahan yang baik
4.Manajemen pemberian makan
Pakan sapi terdiri dari hijauan sebanyak 60% (Hijauan yang berupa jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, rumput gajah, rumput benggala atau rumput raja, daun jagung, daun ubi dan daun kacang-kacangan) dan konsentrat (40%). Umumnya pakan diberikan dua kali perhari pada pagi dan sore hari. Konsentrat diberikan sebelum pemerahan sedangkan rumput diberikan setelah pemerahan. . Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30-50 kg/ekor/hari.
Pemberian pakan pada sapi perah dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu system penggembalaan, system perkandangan atau intensif dan system kombinasi keduanya. Pemberian jumlah pakan berdasarkan periode sapi seperti anak sapi sampai sapi dara, periode bunting, periode kering kandang dan laktasi. Pada anak sapi pemberian konsentrat lebih tinggi daripada rumput. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB. Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum).
Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, ampas tahu, gaplek, dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur, kapur, dll. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg/ekor/hari. Selain makanan, sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan perhari.Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara. Pemberian pakan secara intensif dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau, setiap hari sapi digembalakan. Di musim hujan sapi dikandangkan dan pakan diberikan menurut jatah. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya.
5. Administrasi serta perhitungan ekonomi
Usaha ternak sapi perah di Indonesia masih konvensional dan belum mencapai usaha yang berorientasi ekonomi. Rendahnya tingkat produktivitas ternak tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya modal, serta pengetahuan/ketrampilan petani yang mencakup aspek reproduksi, pemberian pakan, pengelolaan hasil pascapanen, penerapan sistem recording, pemerahan, sanitasi dan pencegahan penyakit. Sistem recording meliputi tanggal kelahiran, pencatatan asal usul sapi (pedigree), pencatatan reproduksi sapi seperti sapi kapan terakhir dikawinkan, terakhir melahirkan dan sapi yang terlambat kawin Selain itu pengetahuan petani mengenai aspek tata niaga harus ditingkatkan sehingga keuntungan yang diperoleh sebanding dengan pemeliharaannya.
BETERNAK KAMBING PERAH
Air susu kambing merupakan hasil utama dari ternak perah yang bergizi tinggi. Air susu kambing proteinya tidak kalah dari susu sapi, protein susu kambing adalah 3,7 % sedangkan protein air susu sapi adalah 3,3 %. Dilihat dari kandungan proteinnya yang lebih tinggi dari pada susu sapi, maka kemungkinan produksi susu kambing dapat dikembangkan dan dimasyarakatkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan susu di masyarakat yang semakin meningkat, di samping juga untuk meningkatkan pendapatan para peternak.
Keuntungan Memelihara Kambing Perah
Keuntungan-keuntungan dari beternak kambing perah, antara lain yaitu :
1. Cepat berkembang biak, dalam waktu 2 tahun dapat beranak 3 kali dengan jumlah anak lebih dari
seekor dalam satu kali kelahiran.
2. Tidak membutuhkan tempat yang luas.
3. Pemeliharaannya mudah dan jarang terkena penyakit.
4. Modal yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.
5. Merupakan tabungan yang sewaktu-waktu bila diperlukan mudah dijual.
Cara Memilih Bibit
Untuk pemilihan bibit kambing perah yang baik hal-hal yang harus diperhatikan antara lain yaitu :
1. Kambing harus sehat, lincah/aktif dan tidak cacat.
2. Mata bersinar terang/tidak sayu.
3. Kambing yang putingnya cukup besar, lunak bila diraba, bentuk putting dan letaknya simetris.
4. Berat badan harus normal, misalnya kambing perah peranakan etawa betina berumur satu tahun beratnya lebih kurang 20 Kg, yang jantan lebih kurang 30 Kg.
Perkandangan
Syarat-syarat kandang yang baik adalah :
1. Cukup kuat dan tahan lama.
2. Usahakan menghadap sinar matahari.
3. Ter[pisah dari rumah tempat tinggal.
4. Tidak lembab dan mudah dibersihkan.
5. Pertukaran udara dalam kandang baik sehingga udara dalam kandang selalu segar.
6. Usahakan kandang pejantan disendirikan.
7. Kandang sebaiknya dibuat sistem panggung, lantainya dibuat dari kayu atau bambu ½ meter diatas tanah.
Makanan
Makanan utama kambing adalah hijauan berupa rumput-rumputan dan daun- daunan, sedangkan makanan tambahanya berupa konsentrat atau makanan penguat.
Makanan hijauan terdiri dari :
1. Rumput unggul, antara lain rumput gajah, benggala, bede dll.
2. Rumput Lapangan.
3. Kacang-kacangan.
4. Hijauan lainya, misalnya daun lamtoro, nangka, turi, dll.
5. Limbah dapur.
Makanan penguat terdiri dari bekatul, ampas atahu, jagung, ketela dan singkong. Sedangkan sebagai bahan penyedap dapat tambahkan garam dapur dan tepung tulang. Untuk air minum harus disediakan cukup, diletakkan di tempat makanan.
Banyak makanan yang diberikan untuk kambing dewasa adalah :
1. Hijauan 5-7 kg/ekor/hari.
2. Konsentrat kurang lebih 0,5 kg/ekor/hari.
Pengembangbiakan kambing betina :
1. Kambing betina yang sehat pada umumnya yaitu
(a) dewasa kelamin pada umur 8-13 bulan, namun sebaiknya dikawinkan pertama kali setelah berumur 15-18 bulan;
(b) lama kebuntingan 145-155 hari ;
(c) masa birahi terlihat setiap 18-21 hari sekali dengan lama birahi antara 24-48 jam.
2. Tanda birahi, yaitu
(a) gelisah, mengembik-ngembik berusaha mendekati kambing jantan atau menaiki punggung kambing betina;
(b) ekor dikibas- kibaskan;
(c) sering kencing;
(d) kemaluanya terlihat merah bengkak dan keluar lendirnya yang jernih.
3. Saat mengawinkan kambing perah, yaitu
(a) bila terlihat tanda-tanda birahi pagi hari, sebaiknya segera dikawinkan pada sore harinya; dan (b) bila terlihat tanda-tanda birahi pada sore hari, sebaiknya segera dikawinkan pada esok harinya sebelum jam 12 siang.
4. Kambing yang baru beranak dapat dikawinkan lagi 3-5 bulan setelah beranak.
Pemeliharaan Anak Kambing Sebelum Kelahiran
Pemeliharaan anak kambing dilakukan semenjak masih dalam kandungan, sehingga pemeliharaanya dimulai dari induk bunting, yaitu
(1) induk bunting perlu banyak bergerak, berjalan-jaln dan memperoleh sinar matahari cukup;
(2) induk bunting 3 bulan harus dipisahkan dalam kandang sendiri atau dikelompokkan dengan induk bunting yang lain tanpa jantan.
Tanda-tanda kelahiran, yaitu (1) induk gelisah, menggaruk-garuk sesuatu, atau berpindah-pindah tempat; (2) seolah-olah berperilaku seperti membuat sarang; (3) kambing membesar, jika diperah keluar susu yang berwarna kuning; (4) alat kelaminya mengendor dan keluar lendir yang agak banyak; dan (5) bila tanda- tanda tersebut telah nampak, tempatkan induk dalam kandang yang agak luas dan tersendiri, diberi alas jerami atau rumput kering yang bersih.
Pemeliharaan Anak Kambing (Cempe) Setelah Lahir
Hal-hal yang harus dilakukan yaitu, antara lain (1) bersihkan semua ledir dari mulut,hidung dan seluruh tubuh; (2) potong tali pusar kurang lebih 2 cm dari lubang pusar dan olesi bekas luka dengan yodium; (3) alasi kandang anak kambing dengan jerami kering atau rumput kering; (4) beberapa menit lagi akan berdiri dan mulai menyusu induknya mendapatkan kolustrum (susu yang pertama keluar), bersihkan putting induknya terlebih dahulu; (5) anak kambing dibiarkan menyusu secara penuh selama 6 hari, kemudian pada hari ke 7 malam harinya dipisahkan dari induknya, agar pagi harinya induknya dapat diperah sehingga menghasilkan susu yang banyak, siang harinya dibiarkan berkumpul dengan induknya lagi; (6) pada umur 4-5 minggu anak kambing mulai belajarmakan daun-daunan muda, setelah umur 1-2 bulan mulai belajar makan rumput; dan (7) anak kambing umur kurang lebih 4 bulan disapih dari induknya.
Pemeliharaan Masa Pertumbuhan
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu (1) kambing betina mulai dewasa pada umur 8-14 bulan, tetapi saat itu belum boleh dikawinkan; (2) umur yang baik mulai mengawinkan adalah umur 15-18 bulan; (3) untuk menghindari perkawinan muda mulai umur 5 bulan kambing betina harus dipisahkan dengan kambing jantan; (4) waktu hari panas kambing-kambing dimandikan satu minggu sekali untuk menjaga gangguan penyakit kulit dan biarkan berjemur setelah dimandikan; dan (5) perawatan kuku perlu diperhatikan, oleh karenanya bila kuku sudah panjang harus dilakukan pemotongan dengan memakai gergaji halus.
Pemerahan
Cara-cara pemerahan yang baik adalah (1) dilakukan pada waktu yang tetap, misalnya 2 kali sehari, pagi dan sore; (2) bersihkan dulu tangan pemerah dengan sabun; (3) cucilah putting dan kambing dengan air hangat, dilap dengan kain halus; (4) hindari air susu tertinggal dalam putting, oleh karena itu susu harus
habis diperah, untuk mengetahuinya adalah dengan jalan menyentuh atau sedikit menggoyangkan kambing; (5) pada umumnya produksi susu kambing peranakan Etawa per ekor 1-11/2 liter.
Dalam melakukan pemerahan hal-hal yang harus diketahui oleh peternak adalah
(1) masa produksi kambing berlangsung antara 7-8 bulan, mulai sejak kambing sudah melahirkan anak yang disebut masa laktasi;
(2) antara 2-3 bulan sebelum kambing melahirkan pemerahan harus dihentikan, maksudnya untuk menjaga kesehatan induk kambing dan persiapan kelahiran anaknya; dan
(3) untuk menghindari bau-bauan yang lain maka pemerahan dilakukan di tempat khusus yaitu ruang untuk memerah.
Penyakit dan Cara Pencegahannya
1. Kudis/Kurap/Scabies
Penyebabnya antara lain yaitu (a) kotoran dan parasit; (b) kambing tidak pernah dimandikan.
Tanda-tandanya adalah
(a) adanya bercak-bercak merah pada kulit dan bisul-bisul karena gigitan;
(b) ternak gelisah karena gatal;
(c) kambing menjadi kurus, karen tidak makan dan harus menggaruk-garuk, menggosok- gosok dan menggigit-gigit badanya;
(d) kulit bertambah tebal merah dan bulu- bulu rontok.
Pencegahanya yaitu dengan jalan, (a) kebersihan harus dijaga dan diperhatikan; (b) kambing rutin dimandikan dan disikat; (c) kambing yang sakit harus diasingkan, dipisahkan dari kambing lainya yang sehat.
Pengobatan dapat dilakukan dengan cara (a) rambut kambing dicukur dan dimandikan, kerak-kerak kulit dibersihkan dengan air hangat dan sabun; (b) setelah ituy diobati dengan (1) serbuk belerang dicampur kunyit dengan minyak kelapa dan dipanasi, kemudian digosokkan pada kulit yang sakit; (2) campurkan kreolin 1 bagian dengan spritus 10 bagian kemudian oleskan pada kulit yang luka; dan (3) kambing dimadikan dengan campuran 10 liter air dan asumtol 10 gram.
2. Missitis (Radang Kelenjar Susu)
Penyebabnya adalah baktri steptococcus. Tanda-tandanya antara lain (a) timbul peradangan pada sluran susu, sehingga air susu yang tidak normal; (b) Kambing membengkak, bila diraba terasa panas; (c) air susu yang keluar encer, kadag-kadang bercampur darh dan akhirnya susu tidak keluar sama sekali; dan (d) nafsu makan berkurang dan suhu tubuh naik.
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara antara lain, yaitu (a) kandang dan alat-alat perlengkapan kandang serta lantai kandang selau bersih; (b) pemerahanya harus benar; (c) kambing dan putting terlebih dahulu dibersihkan sebelum diperah; (d) kambing dan putting dihindarkan terjadi luka yang dapa menyebabkan infeksi kuman. Pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik, misalnya Penicillin, tetracycline, sulfamethasine, dll.